Thursday, March 19, 2015

A Dog Vs A Man


Pernahkah anda mendengar suatu slogan yang mengatakan, "if you want a loyalty... Buy a dog!"

Benar’kah begitu? Seekor anjing lebih mengerti dan memahami kesetiaan dibanding dengan kita?

Is that true that a dog would be more loyal than our partner?

Tak jarang pula kita mendengar bahwa jaman sekarang ini, 3 dari 3 laki-laki… selingkuh!  Dan seorang laki-laki tidak memerlukan alasan untuk selingkuh. 

Cheating is already fun, not need a reason to do it! 

Bahkan di jaman sekarang ini tidak sedikit pula wanita yang melakukan perselingkuhan juga, lihat saja sebagai contoh para selebriti wanita tanah air kita yang melakukan selingkuh, makin hari makin bertambah saja jumlahnya.

Belum lagi apabila kita melihat dari sudut pandang profesionalisme atau hubungan kerja.  Banyak perusahaan yang rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dengan melakukan berbagai macam program, spt: employee engagement activity, appreciation & awarding, allowance, training, dan masih banyak lagi, yang bertujuan untuk membuat para karyawannya memiliki loyalitas yang tinggi.

Mengapa kita sebagai manusia, sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi, lebih sulit loyal terhadap sesuatu daripada seekor anjing?

Mungkin 1 kata jawabannya… Temptation!

Manusia jauh lebih banyak memiliki "temptation" daripada seekor anjing!  Belum lagi kita cenderung membuat alasan-alasan / pembenaran diri atas perselingkuhan yang kita lakukan.

Saya-pun yakin banyak orang yang menyadari bahwa "selingkuh" itu tidak baik!  Tapi kenapa banyak sekali orang yang gemar melakukannya?

Setelah saya menelusuri lebih jauh… setidaknya ada 3 alasan yang paling populer:

  1. Rasa tidak puas dengan yang dimiliki sekarang,
  2. Rasa bosan dengan yang ada sekarang,
  3. Selingkuh itu menyenangkan  (khususnya klo tidak ada yang mengetahuinya).
Klo kita perhatikan baik-baik ke-3 alasan tsb, semuanya terkait pada "perasaan" yang berpangkal pada keinginan, bukan kebutuhan.

Ini’lah yang membuat saya berpikir, karena berdasarkan pada “keinginan” semata (bukan kebutuhan), membuat selingkuh itu lebih bersifat sementara, bukan sesuatu yang kekal, dan mungkin itu’lah alasannya mengapa orang pada umumnya gemar melakukan selingkuh, karena mereka sadar… ini sesuatu yang bersifat sementara saja, sehingga kecil resikonya.

Mungkinkah mereka berpikir begitu?  Selingkuh dianggap salah satu bentuk lain dari hiburan.  Sesuatu hal untuk mengatasi kebosanan.

Salah satu tips yang selalu saya bagikan ke teman-teman atau kenalan saya untuk menghindari selingkuh adalah…

Ketika kamu menghadapi temptation yang dapat membawamu ke dalam perselingkuhan, segera’lah cari distraction untuk menghindarinya.

Anda-lah yang paling kenal diri anda sendiri, cari’lah tahu, distraction apa yang dapat membuat anda menghindari temptation yang menghampiri anda.

Bagi saya…

Pergi keluar dengan teman dekat atau keluarga saya bisa menjadi distraction buat saya, tak jarang, bercerita pada mereka tentang temptation yang sedang menghampiri saya bisa menghilangkan dengan sekejap temptation tsb… mereka tanpa ragu-ragu akan mengadili saya :)

Hindarilah waktu sendiri anda… anda lebih mudah mencari distraction ketika anda sedang bersama orang lain.


Never play with the feelings of others. Because you may win the game but you’ll surely loose the person for a lifetime. Cheating is a choice, not a mistake!

No comments:

Post a Comment