Monday, February 23, 2015

Why Women Can Forgive But Not Forget & Men Can Forget But Not Forgive



Pertanyaan ini muncul begitu saja dibenak saya ketika saya membaca suatu artikel di salah satu website lokal, yang bertajuk “Persahabatan Tanpa Cinta? Bisa Kok!”.

Artikel ini sebenarnya membahas tentang seberapa besar kemungkinan seorang pria dan seorang wanita dapat berteman tanpa melibatkan hubungan asmara didalamnya.

Lalu perhatian saya terhenti pada suatu pernyataan yang mengatakan, Wanita memaafkan namun tak melupakan, sementara pria melupakan tapi tak memaafkan”.

Pada saat yang bersamaan saya juga sedang on line dengan teman wanita saya, dia seorang psikolog yang sedang berdinas di luar kota.  Saya menanyakan pendapat dia tentang pernyataan ini, lalu dia berpendapat…

sebenernya menurut gua forgive dan forget tuh satu paket yah
kalo kita udah memaafkan tapi kita ungkit2 terus
apa itu bisa dibilang memaafkan?
kalo udah lupa ya berarti udah memaafkan juga kan
mana bisa kita tidak memaafkan hal yang udah kita lupa

Setelah mendengar pernyataan dari dia tersebut, muncul dalam benak saya pertanyaan-pertanyaan lain, 

“Is that true.. if you forget someone’s fault, it means you already forgive them?”

“Benarkah memaafkan dan melupakan merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan?” 

Lalu bagaimana dengan seorang wanita yang selalu mengungkit kembali apabila pasangan pria-nya melupakan hari jadi mereka, bukankah seharusnya tidak perlu diungkit kembali apabila sudah dimaafkan?  

Mari kita melihat suatu ilustrasi lain yang kerap ada di masyarakat…..

Sudah sejak lama, di kalangan masyarakat dikenal adanya ungkapan yang mengatakan “2 dari 3 laki-laki selingkuh”, ungkapan semacam ini tentunya secara tidak langsung menghalalkan perbuatan selingkuh yang dilakukan oleh para kaum adam, bahkan saat ini pernikahan poligami-pun sudah kerap dilakukan.

Adakah hubugan antara kebiasaan ini dengan wanita memaafkan?   Sehingga adanya rasa aman bagi para lelaki untuk berbuat salah...

Pernahkan anda berpikir, wanita dianggap tabu berselingkuh hanya karena pria tak memaafkan?

“Is that true… men can’t forgive?”

Lalu bagaimana dengan perjanjian-perjanjian damai yang telah ditanda-tangani oleh pemimpin dunia yang mayoritas kaum adam?  Atau para pria dalam hidup anda yang telah memaafkan anda karena kesalahan yang anda perbuat? 

Untuk mendapat jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas, tentunya tidaklah sesederhana kelihatannya… begitu banyak faktor dan unsur yang terlibat didalamnya.

APA yang harus kita lupakan?

SIAPA yang harus kita maafkan?

dan…

Bagaimana kita menafsirkan kata “forgive & forget” itu sendiri dalam diri kita?

Sesungguhnya menurut pendapat saya, memaafkan dan melupakan merupakan 2 (dua) hal yang berbeda dan tidak tergantung hanya pada sebatas gender seseorang. 

Kita dapat melakukannya secara bersamaan maupun terpisah.  Dan itu merupakan suatu pilihan yang kita buat... PILIHAN!

Saya percaya Tuhan menciptakan manusia dengan karunia yang sama, yakni memiliki rasa saling memaafkan satu sama lain sekaligus melupakan... yang ingin dilupakan.



Banyak bentuk maaf yang dapat kita berikan dalam hidup ini &
                                   adakalanya kita tidak semestinya untuk melupakan


No comments:

Post a Comment