"Duh,
saya sibuk sekali hari ini, meeting
seharian, abis itu masih harus
membuat laporan, cek email, …” dan seterusnya
Atau
mungkin juga...
"Saya
dari pagi sibuk sekali, antar anak sekolah, lalu ke pasar, ketemu teman lama di
mal, ….” dan seterusnya
Tapi
belum lama ini saya membaca sebuah artikel yang cukup memberikan inspirasi,
dalam artikel tersebut dikatakan, “belajarlah
menggunakan waktumu secara lebih produktif, bukan mengisinya dengan kesibukan”.
Saya
memiliki teman yang selalu terkesan sibuk, untungya dia adalah seorang entrepreneur, sehingga tak ada
keterikatan waktu bagi dirinya untuk melakukan pekerjaannya, sehingga
seringkali dalam jam-jam produktif, sekitar mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore, dia
mengerjakan hal-hal yang menurut saya tidak seharusnya juga dia kerjakan atau urusi, seperti berkunjung ke rumah
neneknya (yang seharusnya dapat dilakukan di akhir pekan), bersih-bersih rumah
(walaupun sudah ada pembantu yang melakukannya), ke pasar (yang seringkali
tidak perlu sebenarnya), dan masih banyak lagi.
Tak
heran, dia seringkali mengatakan bahwa dia sangat sibuk dalam kesehariannya, tapi pertanyaannya, apakah dia produktif?
Sibuk
sudah pasti… tapi apakah produktif… saya meragukannya.
Apakah
menjadi sibuk itu selalu produktif? Atau sebaliknya…
Apakah
untuk menjadi produktif itu kita harus sibuk?
Apa
seh sebenarnya, perbedaan sibuk dan
produktif itu? Menurut saya, dari kata-nya saja sudah berbeda…
Menurut
kamus besar Indonesia…
Sibuk adalah (1)
banyak yang dikerjakan; (2) giat dan rajin (mengerjakan sesuatu); (3) penuh
dengan kegiatan
Sedangkan
produktif adalah (1) bersifat atau
mampu menghasilkan (dalam jumlah besar); (2) mendatangkan (memberi hasil,
manfaat, dan sebagainya); (3) mampu menghasilkan terus dan dipakai secara
teratur untuk membentuk unsur-unsur baru
Sehingga
jelas bukan, bahwa sibuk dengan menjadi produktif adalah 2 hal yang sangat
berbeda…
Sebagai
seorang karyawan yang bekerja di perusahaan besar, saya sudah sangat terbiasa
untuk bekerja secara tim (team work),
hampir tidak ada satupun hal atau keputusan yang dapat diambil/ dilakukan tanpa
melibatkan pihak lain, klo dari sudut pandang sibuk, sudah pasti sibuk, semua orang memiliki kewajiban dan
tanggung-jawabnya masing-masing, tapi apakah kita secara tim selalu dapat menghasilkan
sesuatu yang produktif, tentunya
tidak selalu.
Dalam
kasus saya, kata produktif seringkali juga dikaitkan dengan kata efektif, kami selalu diingatkan oleh
atasan kami agar selalu dapat bekerja secara efektif.
Maka
cukup tepat rasanya pepatah yang mengatakan bahwa kita dapat bekerja secara
efektif apabila kita memiliki tim yang efektif pula.
”The best way to be productive is to have a great team. So
I spend more time than most CEOs on human resources. That’s 20% of my week” –
Kevin P. Ryan
Maka
dari itu, menurut saya ada hubungan yang kuat antara produktif dan efektif,
walau kini saya belum tahu pasti, apakah untuk menjadi produktif kita sudah
pasti efektif atau sebaliknya, tapi yang jelas produktif dan sibuk, adalah 2 (dua)
hal yang sangat berbeda.
Dari
beberapa sumber yang saya peroleh, berikut beberapa perbedaan antara orang yang
sibuk dengan orang yang produktif:
2. Busy people have many priorities, productive people have few priorities.
3. Busy people say yes quickly, productive people say yes slowly.
4. Busy
people focus on action, productive people focus on clarity before action.
5. Busy
people keep all doors open, productive people close door.
6. Busy
people talk about how busy they are, productive people let their results do the
talking.
7. Busy
people talk about how little time they have, productive people make time for
what is important.
8. Busy
people multitask, productive people focus.
9. Busy
people respond quickly to emails, productive people take their time.
10. Busy
people want other people to be busy, productive people want others to be effective.
11. Busy
people talk about how they will change, productive people are making those
changes.
Di akhir kata, saya ingin mengingat
kembali pepatah yang cukup menginspirasi saya…